kebun,taman,rumah,desain
Beli Tema IniIndeks
Gedung  

Gedung Harmoni

Gedung Harmoni – JAKARTA – Pada tahun 1815, Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1811-1815, Thomas Stamford Rafless, meresmikan bangunan bersejarah di sudut Jalan Veteran dan Majapahit di Jakarta Pusat: Societeit de Harmonie. Bangunan itu dikenal sebagai tempat pertemuan kaum sosialis saat itu.

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan membuang kunci pintu gedung ke Kali Ciliwung. Maknanya dalam, membawa harapan bahwa Societeit de Harmonie tidak akan pernah tutup. Sejarawan JJ Rizal mengatakan, Societeit de Harmonie sudah ada sejak lama. Dimulai oleh Belanda dan berlanjut hingga pendudukan Inggris.

Gedung Harmoni

Gedung Harmoni

JJ Rizal juga menjelaskan, Societeit de Harmonie saat itu adalah klub eksklusif yang tidak boleh dimasuki siapa pun. “Hanya orang kulit putih yang boleh masuk, meskipun mereka pengusaha atau pejabat. Baru setelah itu pribumi yang berstatus priyayi bisa mendapat akses,” kata JJ Rizal saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Majlis Perkahwinan 23 Pasang Pengantin Glsbh Indonesia

Di gedung yang mampu menampung dua ribu orang ini, pengunjung paling sering bermain biliar, kartu, lintah, bola topeng, serta yang paling populer: pesta dansa. Konon saat itu ada pesta dansa setiap Sabtu malam dengan ratusan wanita cantik siap diundang ke lantai dansa.

Gedung Harmoni

. “Di masa lalu Harmony, aristokrasi sering menari di atas lantai marmer yang diterangi oleh lampu kristal yang berkilauan, dan menikmati makan malam tengah malam sambil menyeruput anggur di bawah sinar bulan di teras berbunga,” tulisnya.

Adegan serupa difilmkan oleh tentara Belanda H.C.C. Clockener Brousson dalam buku berjudul Batavia Early 20th Century. Dalam sebuah buku cerita perjalanan, Brousson menulis:

Gedung Harmoni

File:gedung Singer Harmoni (30239440682).jpg

Mari kita lihat Societeit de Harmonie yang terkenal. Bangunannya mirip dengan gedung teater yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Dandels. Ini mungkin klub terbaik antara Tokyo dan Mumbai. Tapi kita hanya bisa melihatnya dari luar.

Sebuah taman kecil dengan kursi menghiasi gedung Societeit yang tidak terlalu tinggi dan terletak di pinggir jalan. Di luar gedung, seorang pria berseragam putih biru tua duduk di pagar langkan, mengobrol dengan riang.

Gedung Harmoni

Brousson menggambarkan kegembiraannya pada suasana magis gedung paling memesona di Batavia, Harmonie. Brousson juga meminta informasi kepada kondektur trem tentang kegiatan di Harmonie. Menurut kondektur, anggota Perhimpunan adalah para pengusaha dan pejabat. Biasanya pada Minggu malam mulai pukul 19.00 hingga 20.30 WIB, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan musik yang dibawakan oleh band-band militer.

See also  Gedung Sate Bandung Daerah Mana

Disepakati Dpr Pemerintah, Ruu P3 Atur Kewenangan Pengundangan Di Setneg

Gedung Societeit de Harmonie juga dikenal sebagai tempat persaingan prestise pakaian mahal dan kemewahan yang mereka miliki. Kebanggaan meluas bahkan sampai kebiasaan menyapa anggota. Penulis Amerika, William A Hanna, dalam bukunya

Gedung Harmoni

Sayangnya, setelah penyerahan kedaulatan Indonesia, Societeit de Harmonie dilupakan. Tempat yang dulunya menjadi tempat bermain para elit Eropa – bahkan gubernur jenderal – tidak lagi membangkitkan semangat seperti dulu. Pesta dansa yang berlangsung tidak lagi mampu menandingi emosi masa lalu. Akhirnya, pada tahun 1970-an, Societeit de Harmonie ditutup. Pada tahun 1985, gedung Societeit de Harmonie dihancurkan.

Societeit de Harmonie adalah salah satu bangunan yang hancur sebagai korban revolusi, bersama dengan bangunan lain seperti Hotel Des Indes, Bioskop Capitol, rumah tua Tionghoa, dan beberapa pasar tua Jakarta.

Gedung Harmoni

Gedung Harmonie Pasuruan Dipercantik, Ini Tampilan Sebelum Dan Sesudahnya

Memori Societeit de Harmonie terus memudar. Kalau ada yang bisa membangunkannya, paling-paling itu berupa cerita dan foto-foto lama untuk direnungkan. Ekspresi wajah Harmony hari ini adalah penyesalan.

Sejarah hari ini, 29 Mei 1869: HUT ke 250 kota Batavia menjadi perayaan paling khidmat yang pernah diadakan oleh pemerintah Hindia Belanda2 bh. foto asli gedung Harmonie yang dibongkar pada tahun 1985 untuk menjadi bagian dari gedung Sekretariat Negara (Sekneg)

Gedung Harmoni

Adalah gedung Harmonie yang dibongkar pada tahun 1985 dan menjadi bagian dari gedung Sekretariat Negara (Sekneg) yang dilestarikan pada awal tahun 1970. Klub Harmonie adalah salah satu bangunan abad ke-19 yang paling memesona di Batavia. Banyak yang menyayangkan mengapa harus dibongkar.

Harmoni One Convention Hotel

Di Harmonia kuno, orang Eropa berpangkat tinggi sering menari di atas lantai marmer yang diterangi lampu kristal yang berkilauan, minum anggur, terkadang pingsan karena mabuk. Tak lupa klub ini berbicara tentang politik, bagaimana melanggengkan penjajahan Belanda sambil menikmati makan tengah malam di bawah sinar rembulan di teras yang ditanami bunga warna-warni. Terletak di sudut jauh Rijswijk (sekarang Jl Veteran) pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Dendels (1808-1811) dan dilanjutkan di bawah Letnan-Gubernur Raffles selama periode Inggris (1811-1815). Sam Raffles membuka gedung yang dirancang oleh putra Malay itu pada 18 Januari 1815, untuk menghormati ulang tahun Ratu Charlotte, istri Raja Inggris George III.

Gedung Harmoni

Almarhum Gedung Harmoni adalah contoh terbaik bangunan bergaya Kerajaan di Asia Tenggara. Kabarnya, peresmian berlangsung sangat meriah, dengan berbagai kegiatan antara lain menari yang dimulai dari pukul 21.00 hingga dini hari, diselingi dengan makan malam. Saat itu, hubungan antara pejabat Inggris dan Belanda dikukuhkan dengan bersulang berkali-kali yang dipelopori oleh Raffles sendiri. Di sini, di sebuah aula dengan 600 orang, terutama karyawan Belanda, sering berakhir dengan perkelahian dan adu jotos khas Belanda. Paling sering karena perkelahian di sekitar harem, terutama saat menari karena banyak minum minuman keras ilegal. Charles Warter Kinloch, seorang warga negara Inggris yang mengunjungi Batavia (1852), menggambarkan: “Kehidupan elite Eropa dan Belanda di Batavia penuh gemerlap. Wanita sering menggunakan rok dengan bagian bawah yang lebar seperti kandang ayam. Mereka juga menghadirkan fashion terkini dari Paris, London dan Amsterdam.

See also  Gedung Youth Center

Informasi tambahan mengenai pembelian, pengiriman barang, cara pembayaran, dll silahkan link MOBILE PHONE. 0813.1540.5281 Pengiriman ke luar kota, ditambah ongkos kirim untuk TIKI atau Posindo JAKARTA selain sebagai ibu kota, juga merupakan kota dengan sejarah panjang dan menarik sebagai tujuan wisata, terutama terkait wisata pedalaman sebuah bangunan bersejarah peninggalan Belanda warisan kolonial. Di Jakarta, banyak peninggalan bangunan bersejarah yang masih dilestarikan hingga saat ini, seperti Gedung Kesenian Jakarta, Museum Seni dan Keramik, Museum Fatahillah, dan Museum Bahari. Namun, selain bangunan bersejarah yang masih bisa ditemukan, ada juga bangunan bersejarah yang sudah tidak bisa dikenali lagi karena dihancurkan untuk kepentingan tertentu. Diantaranya adalah dua bangunan bersejarah yaitu Hotel des Indes dan gedung Harmonie. HOTEL DES INDES

Gedung Harmoni

Serunya Festival Bandeng Jelak Di Kota Pasuruan

Bagi warga Jakarta, mungkin masih ada yang ingat, dulu di perempatan Jalan Gajahmada dan KH Hasyim Ashari yang sekarang ditempati pusat perbelanjaan Carrefour (dulu Duta Merlin) ini terdapat sebuah Hotel mewah zaman Belanda, yaitu Hotel des Indices. Hotel yang kala itu konon terkenal mewah di kawasan Asia ini ternyata juga memiliki sejarah panjang.

Anda dapat melihat suasana halaman Hotel Des Indes tua dengan sarana transportasi dan tempat makan/restoran mewahnya. Mulai tahun 1829, orang Prancis Antoine Surleon Chaulan membangun Hotel de Provence. Pada tahun 1851, di bawah arahan Cornelis Denning Hoff, berganti nama menjadi Hotel Rotterdamsch. Selain itu, pada tahun 1852 hotel ini dibeli oleh François Auguste Emile Wijss dari Swiss, dan pada tanggal 1 Mei 1856, Wijss mengubah nama hotel ini menjadi Hotel des Indes.

Gedung Harmoni

Sebuah trem listrik masif melintas di depan hotel. Pembelian dan penjualan hotel terus berlanjut dan berganti pemilik hingga akhirnya, pada tahun 1903, hotel tersebut berada di bawah pengelolaan J.M. Gantvoort. Pada tanggal 7 Mei 1949, Perjanjian Roem Royen ditandatangani di hotel ini. Setelah Indonesia merdeka, hotel ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960 dan berganti nama menjadi Hotel Duta Indonesia. Namun sayang pada tahun 1971 bangunan hotel tersebut harus diselesaikan dan dibongkar untuk dijadikan Duta Merlin Shopping Center. Bayangan masa lalu telah menghilang. HARMONI BANGUNAN

See also  Gedung Dpr Senayan

Gedung Joang 45 (jakarta)

Generasi sejak tahun 1985 tentu belum sempat melihat bahwa dahulu situs Harmonie merupakan tempat berdirinya sebuah bangunan menjulang tinggi yang megah, yang pada zaman Belanda dikenal dengan Gedung Harmonie (Societeit Harmonie). Namun, bangunan tersebut dibongkar pada tahun 1985 untuk memperlebar jalan. Gedung Harmoni terletak di ujung Jalan Veteran dan Majapahit di Jakarta Pusat. Generasi setelah 1985 mungkin hanya mengenal kawasan ini sebagai perempatan Lampu Merah Harmoni, antara Jalan Majapahit, Gajamada, Veterana, dan Suryopranot. Tidak ada yang salah. Menilik sejarahnya, gedung Harmony didirikan pada tahun 1810 oleh Gubernur Jenderal Reinier de Klerk pada tahun 1776 dan digunakan sebagai tempat pertemuan (societeit) dan pihak-pihak Belanda. Sebelum digunakan sebagai tempat pertemuan, bangunan ini merupakan benteng pertahanan bernama Rijswijk yang terletak di luar kota Batavia, menjaga pintu masuk kota dari arah selatan. Fort Rijswijk kemudian menderita selama kerusuhan Cina tahun 1740. Bertahun-tahun kemudian, Benteng Rijswijk rusak parah.

Gedung Harmoni

Suasana gedung Harmonie tempo dulu, pelataran dalam komplek gedung dan pemandangan dari perempatan (sekarang Veteran, Majapahit, Gajahmada dan Suryopranoto). Daendels menugaskan Mayor Schulze, yang merancang istana di lapangan Banteng, untuk merancang gedung pertemuan di Rijswijk. Pada awalnya clubhouse ini berlokasi di Jalan Pintu Besar Selatan. Namun karena kawasan semakin kotor, Dandels memindahkannya ke sudut Jalan Veteran dan Majapahit, yang kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Jenderal Inggris Raffles dan diresmikan pada Agustus 1868. Peran Raffles tidak hanya dalam seremonial peresmian Harmonia. Sebagai pecinta eksotisme oriental, ia membuat sebuah ruangan di gedung yang menampung dan memamerkan koleksi Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, asosiasi seni dan sains Batavia. Masyarakat ini didirikan pada tahun 1778 dan merupakan masyarakat ilmiah tertua di Asia Tenggara. SUDAH DIBUKA Tidak seperti bangunan bersejarah lain yang masih berkembang seperti Gedung Kesenian Jakarta, Museum Seni dan Keramik, Museum Fatahillah atau Museum Bahari, serta bangunan bersejarah lainnya di Jakarta, Hotel des

Gedung lion air harmoni, harmoni batam, ibis harmoni, harmoni homestay, gedung harmoni bogor, grand harmoni, harmoni suites, gedung btn harmoni, harmoni exchange, harmoni one, yello harmoni, harmoni alam