kebun,taman,rumah,desain
Beli Tema IniIndeks
Gedung  

Gedung Islamic Center Bekasi

Gedung Islamic Center Bekasi – Islamic Center Kota Bekasi terletak di jantung kawasan bisnis Kota Bekasi. Sejarah berdirinya Islamic center ini tak lepas dari nama pahlawan nasional KH Noor Ali yang berasal dari Bekasi. Dibangun saat Kota Bekasi masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Bekasi. Kini Kota Bekasi telah menjadi kota mandiri dan salah satu kota penyangga ibu kota negara, Islamic Center Kota Bekasi seolah menjadi oasis di tengah gurun pasir Kota Bekasi yang perlahan tapi pasti menjadi bagian dari Bekasi. Perkembangan kota metropolitan Jakarta.

Ide pendirian Islamic Center Bekasi digagas oleh K.H. Noe Ali (Pahlawan Nasional) saat bertemu Bupati Bekasi H. Suko Martonola mengatakan: “Saudara bupati kami tidak ada yang seperti Islamic center. Ketika menjadi bupati, pikirkan bagaimana mewujudkannya.” Sebelum mengucapkan selamat kepada Bupati Bekasi dalam kesempatan tersebut, KH Noer Ali menyampaikan pesan yang sama kepada Presiden DPRD II Kabupaten Bekasi yang saat itu menjabat HM Rozmin.

Gedung Islamic Center Bekasi

Gedung Islamic Center Bekasi

Bahkan pesan KH. Noer Ali berbunyi sebagai berikut: “Sementara Anda berhak memperingati umat Islam Bekasi, tolong bangun Islamic center, mudah-mudahan mata saya tertutup ketika saya meninggalkan Bekasi.” Dan ide ini mendapat respon yang baik dari berbagai pihak, baik tokoh Ulama maupun umro, antara lain tokoh masyarakat, anggota DPRD, Alim Ulama, anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi dan Persaudaraan Haji Bekasi serta masyarakat lainnya.

Menagih Manfaat Mega Proyek Gedung Islamic Center Kota Malang

Panitia Pembangunan Islamic Center Bekasi dibentuk di Area TK II Bekasi No: 451.i/SK.394A/Kesra berdasarkan Surat Keputusan Bupati tanggal 10 Juli 1990 tentang pembentukan Panitia Pembangunan Islamic Center Tingkat Kabupaten Bekasi. . Wilayah II. Keputusan Bupati tersebut memiliki dua pokok utama, yaitu: Pertama, tentang susunan Panitia Pelaksana Pembangunan secara terpadu. Kedua, tentang pedoman pelaksanaan Pembangunan Islamic Center Bekasi.

Gedung Islamic Center Bekasi

Panitia terdiri dari Pembina, Penasehat, Pembina Harian dan Pembina Penuh. Protektorat terdiri dari pejabat tinggi pemerintah Kabupaten Bekasi. Sementara itu, selain petugas, diangkat penasihat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. Susunan dewan harian dan dewan paripurna juga merupakan perpaduan antara unsur pejabat pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. H. Roesmin (Ketua DPRD) yang duduk sebagai Ketua Umum hari itu, Dr. H. Dede Satibi (Sekvilda), Presiden II H. Sadi Muchsin (Pemimpin Masyarakat), Presiden III Dr. H. Subaki Abdul Qadir (Ulama) dan Presiden IV H. Abdul Manan (Ketua DPD Golkar).

See also  Gedung Dpr Ri Hd

Surat Keputusan Bupati tertanggal 10 Juli 1990 menyatakan bahwa “segala pengeluaran menurut ketentuan SK ini dipenuhi dengan usaha swadaya Panitia dengan bantuan APBD Bekasi Tingkat II”.

Gedung Islamic Center Bekasi

Pilihan Gedung Pernikahan Di Bekasi Dan Sekitarnya

Dalam pedoman pelaksanaan pembangunan juga diuraikan pedoman tahapan pelaksanaan dan pengawasan yang meliputi: Pertama, tahap pembangunan yang meliputi gedung auditorium, kantor pengelola, perpustakaan, masjid, gedung asrama, gedung lorong dan plasa serta tempat parkir. Kedua, selain pengawasan Direktur Teknik, pelaksanaan konstruksi juga dilakukan sewaktu-waktu oleh Konsultan Perencanaan PT. Arsy Wastuady.

Berdasarkan review dan pembahasan panitia yang diketuai oleh Dr. H. Dede Satibi (dulu Sekwilda Bekasi, sekarang Bupati Garut), H. Roesmin dan H. Saady Muchin, dimana Islamic Center sekarang berdiri adalah tempat yang paling tepat.

Gedung Islamic Center Bekasi

Lahan seluas 3,6 hektare tempat berdiri Islamic Center Bekasi ini dulunya berupa rawa-rawa sedalam empat meter. Tanah ini atas nama PERUM PERUMNAS dengan sertifikat HPL no. I/Marga Jaya merupakan tanah milik/bagian pengelolaan dan izin penggunaan tanah no. 593.3/1898/Perkot.

Tak Mau Berimajinasi, Ridwan Kamil Kunjungi Islamic Center Untuk Desain Ulang

Berdasarkan izin penggunaan lahan yang diatur oleh pemerintah daerah, rencana tapak Islamic Center Bekasi disusun dan ditandatangani oleh ketua panitia dan pejabat tinggi PUK Kab. Bekasi yang saat itu Bambang Superdi, Kepala Administrasi Umum DT II Bekasi Dr. S. Sihotang, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial DT II Bekasi (H.M. Sain Sahid), Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten. Bekasi (Ir. Widiana Ces), Bekasi dikenal sebagai kepala TK II Bappeda yang saat itu Dr. H. Diselenggarakan oleh Nonon Sonthani (saat ini Walikota Bekasi) dan disetujui oleh Bupati Daerah Tingkat II Bekasi. (H.Suco Martono).

Gedung Islamic Center Bekasi

Bertindak sebagai konsultan perencanaan untuk PT. ARSYWASTUADY disutradarai oleh Ir. Vinarto sebagai pembimbing berkala. Pelaksanaan konstruksi diawasi oleh Direktur Teknik. PT. PT. Disutradarai oleh Sadri Putra Ir. Winarto dan eksekutor hariannya Jetjep Kadaruddin. Khusus untuk pembangunan Masjid Nurul Islam, permohonannya ditangani oleh Yayasan Panchshila Muslim Amal Bhakti.

Voucher Hadiah Rp. 80.000,- (Delapan Puluh Ribu Rupiah). Anggota DPRD Bekasi berpartisipasi sebesar Rp 2.500.000. – Pada tahun 1990 dan 1991 sumbangan sukarela dari calon jamaah sebesar Rp. 450.000.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Dana tersebut merupakan modal awal berdirinya Islamic Center Bekasi. Aghanias (orang kaya) sangat murah hati. Dari berbagai sumber yang halal dan tidak mengikat, Panitia Pembangunan Gedung Islamic Center Bekasi secara bertahap menghimpun sekitar Rp. 8,3 miliar dolar.

Gedung Islamic Center Bekasi

Islamic Center Bekasi

Tahap pertama pembangunan pada akhir 1990-an meliputi pembangunan perpustakaan, gedung serba guna dengan ruang kantor, ruang pertemuan, dll.

See also  Gedung Juang Tasikmalaya

Pembangunan tahap II dilakukan pada tahun 1991 yang meliputi pembangunan gedung asrama dan ruang makan. Gedung Islamic Center Bekasi terdiri dari gedung asrama, ruang makan dan gedung serbaguna, serta lahan parkir yang luas dan miniatur Ka’bah di alun-alun masjid.

Gedung Islamic Center Bekasi

Miniatur Ka’bah sengaja dibangun karena berkaitan dengan tujuan didirikannya Islamic Center Bekasi sebagai kegiatan umat Islam. Terakhir, Islamic Center Bekasi ingin melayani jemaah haji khususnya untuk transportasi dari dan ke Tanah Suci. Pada tahun 1990-an, jumlah jemaah haji di Bekasi termasuk yang tertinggi di antara semua wilayah Balwari. II (Kabupaten dan Kota) di Provinsi Jawa Barat.

Info Lengkap Seputar Masjid Islamic Center Bekasi

Islamic Center Bekasi dilengkapi dengan bangunan masjid yaitu Masjid Nurul Islam yang disumbangkan oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, pembangunannya baru dimulai pada pertengahan tahun 1992. Dan konstruksi selesai pada Juli 1993. Presiden Soeharto menandatangani prasasti peresmian.

Gedung Islamic Center Bekasi

Tahap ketiga konstruksi selesai pada awal 1993. Fokus pembangunan adalah pekerjaan taman, tempat parkir, jalan, gerbang dan koridor. Antara Tahap II dan Tahap III mereka juga membangun menara yang dirancang oleh Ir. Vidianto. NAMA ARSITEK DARI PT. Pada Agustus 1993, menara Masjid Nurul Islam didaftarkan atas persetujuan keluarga Arshyavastudi dan ahli waris yang kembali ke rahmat Allah. Hikmah ini diambil untuk mengenang jasa almarhum.

Pembangunan tahap akhir selesai pada awal Agustus 1993 atau Gubernur Provinsi Jawa Barat, H.R. Nuriyana pada 15 Agustus 1993.

Gedung Islamic Center Bekasi

Pengelola Gedung Islamic Center Alami Kerugian Imbas Kericuhan Kongres Hmi Di Surabaya

Islamic Center Bekasi saat ini membawahi berbagai kegiatan diantaranya pertama diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Islam yang merupakan pengelola Islamic Center, kedua kegiatan rutin yang ditangani langsung oleh badan pengelola, ketiga kegiatan bersama yang melibatkan organisasi lain seperti ICMI, MUI, BKMT dll. , dan empat Islamic center mengoordinasikan kegiatan organisasi lain seperti Kementerian Agama, KAHMI, MUI, Almanar Pathan dll.

Selain menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial, Islamic Center Bekasi juga menggunakan fasilitas yang tersedia untuk disewakan kepada pihak lain. Islamic Center menggunakan pendapatan sewa dari fasilitas ini untuk membiayai operasionalnya, selain masjid dan ruang perkantoran, Islamic Center Bekasi juga menyediakan perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

Gedung Islamic Center Bekasi

Dalam bidang penelitian, kajian dan pengembangan, Islamic Center menyelenggarakan kegiatan berupa Mudzakroh Ulama, Pemuda dan Wanita, Kajian Islam, Musyawarah Keluarga Muslim, Perpustakaan dan penerbitan buku “Data Dakwah” Bekasi. Bidang lain seperti pendidikan, informasi dan dakwah menyelenggarakan pengajian rutin, kursus dan pelatihan serta kegiatan yang berkaitan dengan hari besar Islam.

Masjid Nurul Islam Islamic Center Bekasi Kh. Noer Alie

Yang tak kalah menarik, Islamic Center ini juga memiliki Islamic Preschool Center dengan program TK dan Playgroup. Islamic Preschool Center melakukan kegiatannya dengan menggunakan pendekatan pengembangan yang berpusat pada siswa dalam upaya mengoptimalkan perkembangan dimensi kognitif, emosional dan psikomotorik anak dalam kerangka spiritual. (bekasinews.com).*

See also  Gedung Dpr Jakarta Dimana

Gedung Islamic Center Bekasi

1. Masjid Nurul Islam dengan luas 860 m2. Sekitar 900 jemaah bisa tinggal di tempat ibadah ini. Ribuan orang mengunjungi masjid ini saat sholat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha. Alun-alun, gedung serbaguna dan tempat parkir serta taman juga dipadati jemaah

2. Aula Gedung Serba Guna KH. Noer Alie 2 (dua) lantai kira-kira 1330 m2. Sekitar 1.100 orang tinggal di gedung ini.

Gedung Islamic Center Bekasi

Gubernur Bengkulu Resmikan Islamic Center Bengkulu Tengah

3. Gedung Asrama A (Arafah) Dua lantai dengan luas 1.971 m2. Gedung Arafah memiliki 32 ruangan dan 8 diantaranya direncanakan sebagai ruangan utama.

4. Gedung Asrama B (Mina) Dua lantai dengan luas 954 m2. Bangunan ini memiliki 14 ruang bersama dan 8 ruang utama yang disebut “ruang khusus” sehingga total menjadi 38 ruang bersama dan 8 ruang utama. Seluruh ruangan dilengkapi dengan satu tempat tidur dan berkapasitas 500 orang. Gedung multi bed disediakan untuk menampung jemaah haji Bekasi yang berangkat dan pulang.

Gedung Islamic Center Bekasi

5. Ruang Makan — Dua lantai dengan luas 1.675 m2. Bangunan ini dilengkapi kursi dan meja makan, ruang dapur kering, meja service dan meja kecil berkapasitas sekitar 500 orang. Sejak Juli 2000 – untuk waktu yang singkat – lantai atas gedung ini digunakan untuk kantor Departemen Agama Kota Bekasi.

Islamic Centre Aset Pemkab Tasik Di Kelola Yayasan

6. Gedung Perpustakaan Darul Uloom – 2 lantai dengan luas 620 m2. Bangunan ini memiliki kapasitas sekitar 100 orang dengan rak buku, ruang servis, ruang baca, dan ruang wanita.

Gedung Islamic Center Bekasi

7. Bangunan depan – 2 lantai dan luas 1.548 m2. Lantai atas digunakan untuk Sekretariat Yayasan, Lembaga Manajemen, Multazam, MUI, ruang pertemuan BANAS. Ruangan lantai dasar digunakan untuk kantor ICMI, sedangkan Sekretariat Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI), kantin dan beberapa organisasi lain yang bekerjasama dengan Islamic Centre.

8. Lorong atau koridor penghubung bangunan seluas 697 m 2 , plaza dan area parkir 7.731 m 2 . Taman dan tanah kosong

Gedung Islamic Center Bekasi

Heboh Ada Pembaptisan Di Gedung Islamic Center Bekasi

Hotel dekat islamic center bekasi, sewa gedung islamic center bekasi, harga sewa gedung islamic center bekasi, harga sewa gedung islamic center jakarta utara, islamic center, apartemen dekat islamic center bekasi, harga sewa gedung islamic center cilegon, harga gedung islamic center bekasi, gedung islamic center, harga sewa gedung islamic center, islamic center bekasi wedding, paket pernikahan islamic center bekasi