kebun,taman,rumah,desain
Beli Tema IniIndeks
Gedung  

Gedung Juang Rangkasbitung

Gedung Juang Rangkasbitung – Pukul 07:00 WIB tanggal 3 April 2013, dimana anak-anak siswa sejarah di SMA Keguruan dan Ilmu Pendidikan Setia Budhi Rangkasbitung melakukan kegiatan wajib berkeliling Rangkasbitung dan menemukan peninggalan sejarah berupa Gedung Peninggalan Belanda. Oleh karena itu kegiatan ini dinamakan Indies In Rangkasbitung.

Pagi itu, seluruh santri dijadwalkan akan dipusatkan di sekitar Jalan Sunan Kalijaga, tepat di luar tempat ibadah umat Kristiani yaitu Gereja Kristen Pasundan Rangkasbitung. Hanya empat siswa yang bisa mengikuti acara ini. Namun meski hanya ada empat siswa, hal itu tidak menggoyahkan semangat kegiatan ini.

Gedung Juang Rangkasbitung

Gedung Juang Rangkasbitung

Kegiatan ini kami awali di Gereja Kristen Pasundan Rangkasbitung, saya dan ketiga teman saya serta salah satu dosen pendamping kami. Hal pertama yang saya bidik atau abadikan dalam kegiatan ini adalah foto Gereja Kristen Pasundan Rangkasbitung.

Warga Korban Banjir Masih Tinggal Di Pengungsian

Gereja Pasundan Rangkasbitung memiliki sejarah perkembangan di Rangkasbitung. Terbukti gereja ini masih berdiri hingga sekarang, yang sempat menjadi pertikaian warga sekitar gereja. Namun, orang Kristen terus menyebarkan iman mereka melalui gereja ini melalui para misionarisnya. Selain itu, gereja Pasudan untuk Banten sendiri sudah ada sejak lama, sekitar tahun 1894.

Gedung Juang Rangkasbitung

Dari situ para misionaris mulai menyebar kemana-mana, termasuk di Karangsbitung. Alasan kenapa gereja ini harus ada di Karangsbitung adalah karena pada saat itu jumlah pengikut Kristen semakin banyak dan injil tersebar di Rangkasbitung.

Gereja Bethel Indonesia yang pada waktu itu tahun 1958 sendiri merupakan Gereja Bethel yang masih berafiliasi dengan GBI di Jakarta. Jadi setiap kebaktian atau yang berhubungan dengan gereja, jemaat selalu ke Jakarta. Mungkin untuk memudahkan, mereka membangun Gereja Bethel Indonesia di Rangkasbitung. Tepatnya di Jalan Sunan Kali Jaga Rangkasbitung. Tidak jauh dari lokasi Gereja Sirih Indonesia dan Gereja Kristen Pasundan letaknya bersebelahan, meski hanya ada toko di sepanjang jalan.

Gedung Juang Rangkasbitung

Danrem 061/sk Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Wilayah Kodim 0607/kota Sukabumi

Saya melanjutkan perjalanan bersama teman-teman yang lain dan akhirnya kami bertemu di simpang empat. Dimana persimpangan ini selalu penuh dengan kendaraan yang melintasi jalan ini.

See also  Gedung Sate Wisata

Di perempatan ini masyarakat Rangkasbitung sering menyebut pertemuan desa Jeruk. Persimpangan ini merupakan pertemuan arah Jalan Sunan Kalijaga, perlintasan kereta api, pintu keluar masyarakat Kampung Jeruk atau Muhara, pengendara dari arah Kadu Agung menuju Alun-alun Karangsbitung atau sering disebut Jalan Multatuli dan sebaliknya.

Gedung Juang Rangkasbitung

Sehingga simpang empat ini tak pelak selalu dipenuhi pengendara, baik pagi, siang, maupun larut malam. Apalagi, persimpangan ini semakin semrawut saat hari kerja. Meski ada stasiun Polantas di dekat pertigaan ini, namun sering terjadi kemacetan.

Kedapatan Bawa Sajam Pelajar Diamankan Polsek Rangkasbitung

Saat saya melakukan perjalanan dari arah Jalan Sunan Kalijaga hingga simpang empat, mata saya langsung menoleh ke kanan. Di sana saya melihat dua jembatan pemisah.

Gedung Juang Rangkasbitung

Jembatan menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Jembatan yang berfungsi sebagai perlintasan bagi masyarakat umum ini juga berperan sebagai perlintasan kereta api yang memiliki jalur lalu lintas menuju Merak, Banten.

Saya tidak bisa mengatakan secara pasti tahun pembangunan kedua jembatan tersebut. Karena tidak ada tokoh sejarah mengenai kedua jembatan tersebut. Jembatan ini membentang di atas Sungai Ciujung, menghubungkan dua wilayah yang saling membutuhkan. Itu sebabnya jembatan ini sering disebut jembatan dua Ciujung.

Gedung Juang Rangkasbitung

Mau Nyari Tempat Makan Di Sidamukti? Tempat Ini Sangat Tepat !

Melanjutkan perjalanan, saya dan tiga orang teman akhirnya berbelok ke Jalan Multatuli. Jalan menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak dan pusat keramaian Rangkasbitung.

Dahulu, Jalan Multatuli hanyalah sebuah jalan kecil berkapasitas hanya dua mobil atau becak dari Jawa yang tumbuh di Rangkasbitung setelah musim hujan. Namun saat program rekreasi pemerintah dilaksanakan, Jalan Multatuli akhirnya berubah menjadi tanggul yang indah dan jalur menuju pusat kota.

Gedung Juang Rangkasbitung

Pembangunan dilakukan dimana-mana oleh pemerintah kabupaten Lebak untuk mempercantik kotanya sendiri, sehingga para wisatawan yang singgah di kota ini betah dan membawa wisatawan lain ke kabupaten Lebak.

Terbukti Miliki Sabu 20 Gram, Eks Hakim Rangkasbitung Divonis 2 Tahun Penjara

Jalan Multatuli sendiri diambil alih oleh pemerintah Belanda dari seorang asisten residen Lebak, yaitu Max Havelar, yang berjasa memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas oleh pemerintah Belanda dan pemerintah Lebak sendiri.

Gedung Juang Rangkasbitung

Masih di jalur Multatuli, banyak bekas bangunan peninggalan Belanda yang dialihfungsikan menjadi kantor pemerintahan, sekolah dan sama sekali kosong tak berpenghuni.

Karyawan PJKA diberikan tempat tinggal agar karyawan lebih mudah mengakses pekerjaan, tidak hanya memudahkan tempat kerja para pekerja zaman sekarang, hal ini juga menjadi perhatian mereka di masa lalu. Namun, rumah-rumah tersebut telah dimodifikasi, ada yang dijadikan perpustakaan mini, dimana pembacanya hanya warga sekitar yang gemar membaca, dan ada pula yang dijadikan tempat berteduh atau tempat istirahat karyawan sekitar. , saya melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya. Tapi di persimpangan jalan. Saya memotret salah satu sekolah yang menurut mereka masih peninggalan Belanda.

See also  Gedung Dprd Kota Bogor

Gedung Juang Rangkasbitung

Pengamanan Oleh Anggota Polsek Serang Kegiatan Sarasehan Di Depan Gedung Juang 45

Awalnya, SMP Negeri 1 terletak di sebuah bangunan tua yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Saat itu gedung ini digunakan sebagai sekolah bagi orang Eropa yang bekerja untuk pemerintah Belanda di Rangkasbitung.

Melanjutkan perjalanan dari SMP N 1 Rangkasbitung, kami melanjutkan perjalanan. Masih di Jalan Multatula saya melihat sebuah sekolah yang bangunannya mirip bangunan peninggalan Belanda. Berhubung trip kali ini mengangkat topik bangunan peninggalan Belanda, saya mengambil foto lagi gedung sekolah yang masih digunakan. Sekolah itu bernama SMP N 7 Rangkasbitung.

Gedung Juang Rangkasbitung

Asal usul SMP ini adalah satu unit sekolah di antara sekolah-sekolah lain yang letaknya strategis di dekat pusat otonomi daerah. SMP Negeri 7 Rangkasbitung merupakan alih fungsi dari sekolah mekanik menjadi sekolah menengah pertama pada tahun 1994, dimana St juga merupakan alih fungsi dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SKN) pada tahun 1964. Struktur organisasi dan perkembangan akademik Mengatur standar pelayanan minimal untuk lembaga pendidikan melalui undang-undang nasional tentang sistem pendidikan 2003 SMP Negeri 7 Rangkasbitung sebagaimana diharapkan dari alih fungsi dan tujuan pendidikan nasional pada jenjang sekolah menengah.

Kecamatan Rangkasbitung Juara Umum Turnamen Multi Cabor, Bupati Lebak: Semoga Hasil Ini Menjadi Motivasi » Cakratara.com

Dari setiap gedung, SMP N 1 Rangkasbitung merupakan gedung yang menurut saya memiliki nilai sejarah, gedung tersebut adalah gedung Juang 45 Rangkasbitung. Dari sketsa-sketsa bangunan yang unik dan memiliki arti penting dalam sejarah Kabupaten Lebak.

Gedung Juang Rangkasbitung

Bangunan Juang 45 Pamitran Kabupaten Lebak memiliki sejarah penting bagi masyarakat Lebak, khususnya kota Rangkasbiung. Dimana gedung Juang 45 ini dulunya digunakan sebagai markas Kampetai dalam konflik antara orang Banten dan Jepang.

Sebuah bangunan yang digunakan oleh masyarakat Lebak sebagai pusat pergerakan dalam mengumpulkan ide dan rencana strategis untuk menyerang tentara Jepang yang mengakhiri perang di daerah Rangkasbitung ketika mereka berencana pergi ke Serang untuk membantu membasmi Jepang di Banten.

Gedung Juang Rangkasbitung

Banjir Di Lebak Surut, Warga Perkotaan Mulai Tinggalkan Posko Pengungsian

Namun kini gedung Juang 45 Pamitran sudah disulap menjadi gedung acara untuk acara-acara yang diselenggarakan oleh pemuda kabupaten Lebak, tak ayal dipakai acara pernikahan di gedung ini.

Kemudian rute dilanjutkan menuju kawasan Lebak Saninten, dimana banyak bangunan atau struktur bangunan peninggalan Belanda yang menyerupai jenis bangunan peninggalan Belanda. Namun sayangnya, tidak satupun dari mereka yang memindahkan gedung tersebut. Namun ada sebuah gedung sekolah yang konon menjadi salah satu sekolah favorit Rangkasbitung untuk tingkat SMP. Sekolah ini adalah SMA N 4 Rangkasbitung, sekolah ini merupakan sekolah favorit bagi siswa SD yang ingin melanjutkan ke SMA.

Gedung Juang Rangkasbitung

SMP N 4 Rangkasbitung letaknya persis di belakang dinas kesehatan. Walaupun letak sekolah ini sedikit di dalam jalan utama. Namun, hal itu tidak menyurutkan keinginan untuk masuk dan belajar di sekolah dasar ini.

See also  Gedung Tersebut Berada Di Kota

Profil Kasek Sd Negeri 177657,majukan Pendidikan Dengan Hasil Yang Menakjubkan

Foto di bawah ini menunjukkan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Konstruksi bangunan ini menunjukkan bahwa Belanda masih bersisi oriental. Jadi saya pribadi mendokumentasikannya, meskipun diambil dengan sembarangan ketika saya sedang terburu-buru karena terlalu panas untuk menemukan tempat yang teduh.

Gedung Juang Rangkasbitung

Kami bertemu teman-teman sebelum kantor yang datang terlambat pagi ini. Antara senyum lebar dan polos dan tawa polos, matanya terfokus pada kami berempat yang berjalan di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten. Lebak ke jalan utama.

Setelah keluar dari kawasan SMP N 4 Rangkasbitung, arah saya langsung belok kanan menuju pusat Rangkasbitung yaitu alun-alun. Sebelum sampai di alun-alun, terdapat bangunan yang masih berfungsi sebagai Lembaga Pemasyarakatan (LP) Ramngkasbitung atau Rumah Tahanan (RUTAN) Rangkasbitung.

Gedung Juang Rangkasbitung

Sewa Tenda & Perlengkapan Pesta

Sebelum dikenal dengan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) sebagai perwujudan dari sistem pemasyarakatan yang mulai berlaku pada tanggal 27 April 1964, sistem pemasyarakatan di Indonesia dikenal dengan sistem pemasyarakatan. Sistem penjara adalah sistem hukuman yang diciptakan oleh penjajah Belanda yang menjajah Indonesia saat itu. Lembaga yang dikenal dalam sistem penjara saat itu adalah Roemah Pendjara.

Gedung Roemah Pendjara Rangkasbitung dibangun sekitar tahun 1918 dan saat sistem penjara diperkenalkan di Indonesia dengan berlakunya undang-undang no. 8 tahun 1981 tentang KUHAP dan PP No. 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan UU No. 8 tahun 1981 diakui lembaga baru yaitu Rutan Nasional.

Gedung Juang Rangkasbitung

Sebenarnya banyak bangunan peninggalan Belanda di Jalan Multatula, namun keberadaan bangunan tersebut telah berubah menjadi bangunan baru. Keasliannya sudah tidak ada lagi, jadi tidak banyak yang didokumentasikan dalam perjalanan ini.

Hj. Erna Daharni,.m.pd. Jadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Di Smpn 7 Pekanbaru

Jika kita pindah ke Alun-alun Karangsbitung terdapat tempat ibadah yang sangat indah bagi umat Islam yaitu Masjid Al-Araaf Rangkasbitung dan Rumah Sakit Adji Darmo Rangkasbitung yang tahap pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan sekarang yaitu Bapak H. Mulyadi Jayabaya sebagai Bupati Kabupaten Lebak.

Gedung Juang Rangkasbitung

Masjid ini bernama Masjid Raya Al-A’raaf Rangkasbitung, berdiri pada tahun 1932, berlokasi di Jl. Alun-alun Rangkasbitung Barat, memiliki luas bangunan 1.632 M2 dan daya tampung sekitar 2.500 kelurahan, sesuai dengan status tanahnya yaitu berstatus tanah wakaf (Sumber data: Pengurus DKM; 2010) .

Masjid besar ini sudah beberapa kali dibangun sejak didirikan

Gedung Juang Rangkasbitung

Rumah Tahanan Klas Iib Rangkasbitung

Gedung juang 45 surabaya, gedung juang semarang, gedung juang jakarta, gedung juang surabaya, gedung juang tambun, gedung juang nganjuk, gedung juang jombang, gedung juang 45, gedung juang tasikmalaya, gedung juang bekasi, gedung juang, gedung juang 45 pekanbaru