kebun,taman,rumah,desain
Beli Tema IniIndeks
Gedung  

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk – Artikel ini diambil terutama atau seluruhnya dari satu sumber. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi ke sumber resmi lainnya.

6°54′09″ LU 107°37′07″ BT / 6,902459° LS 107,618730° BT / -6,902459; 107,618730 koordinat: 6°54′09″ N 107°37′07″ E  / 6,902459°S 107,618730° BT / -6,902459; 107.618730

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Gedong Saté (Sandani: ỌỨᮓᮧᮀ ợỒᮦ, trans. Gedong Saté) adalah gedung pemerintahan gubernur Jawa Barat. Memiliki ciri khas berupa hiasan paku pada menara pusatnya yang telah lama menjadi landmark atau landmark kota bandung yang dikenal tidak hanya oleh masyarakat di jawa barat saja, melainkan seluruh indonesia bagian barat. Jawa Misalnya, bentuk bangunan di depan stasiun kereta api Tasikmalaya. Bangunan berwarna putih ini dibangun pada tahun 1920 dan masih berdiri hingga sekarang.

Jelajah Sejarah Di Gedung Sate Yang Kini Berusia 100 Tahun

Gedung Sate dikenal sebagai Gouvernements Bedrijven (GB) pada masa Hindia Belanda, peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Katrina Copes, putri sulung Walikota Bandung Bertus Copes dan Petronella Rolofsen, wakil Gubernur Jenderal di Batavia. Mae J.P. Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920 merupakan hasil perencanaan yang dilakukan oleh tim diantaranya Ir.J.Gerber, seorang arsitek muda ternama lulusan Delft Nederland School of Engineering, Ir. meskipun. De Rowe dan saya. G. Hendriks dan Gemeente van Bandoeng yang diketuai Kol. VL murni. Silurian mempekerjakan 2.000 pekerja, 150 di antaranya adalah pemahat, atau ahli bong, tukang batu nisan, dan pemahat kayu keturunan Cina keturunan Konghucu atau Kanton, dan tukang batu, tukang bubut, dan pengelola desa Seklua, Kublang Dagu datang membantu mereka. Desa, Kampong Ganduk dan Desa Sibarengkok, yang sudah bekerja di Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Selama 4 tahun, pada bulan September 1924, pembangunan gedung utama pemerintah di Drivon, termasuk kantor pusat PTT (Pos, Telepon dan Telegraf) dan perpustakaan, selesai. Perpustakaan Gedung Sate berisi 250.000 buku yang diperoleh dari perusahaan kereta api, jasa pos, telegraf dan telepon, serta jasa pertambangan. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar di Hindia Belanda untuk kategori ilmiah. Sedangkan untuk kategori keseluruhan, perpustakaan Gedung Sate merupakan perpustakaan terbesar kedua setelah perpustakaan “Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen”.

See also  Gedung Artha Graha

Arsitektur Gedung Sate merupakan karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya tidak bisa dibandingkan dengan pendapat master arsitek Belanda Dr. Hendrik Petros Berlage yang memiliki wajah halus arsitektur tradisional Indonesia.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Berkunjung Ke Icon Kota Bandung ✨

Banyak arsitek dan ahli konstruksi menganggap Gedung Sate sebagai monumen anggun memukau dengan gaya arsitektur unik yang mengarah ke gaya arsitektur Indo-Eropa (Indo Europeeschen architectuur stijl), sehingga bukan tidak mungkin keanggunan Candi Borobudur juga ada. Warna Gedung Sate

Beberapa komentar mengenai kemegahan Gedong Sate antara lain Kor Paschier dan Jan Wittenberg, dua arsitek Belanda, yang mengatakan bahwa “Gaya arsitektur Gedong Sate merupakan gaya arsitek eksperimental yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa”.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Ir. H.P. Berlage, saat berkunjung ke Gedung Sate pada April 1923, mengatakan: “Gedung Sate merupakan karya arsitektur penting yang berhasil memadukan gaya Timur dan Barat secara harmonis satu sama lain.” Seperti gaya arsitektur Renaisans Italia, terutama pada bangunan sayap timur. Sedangkan tower tangga di tengah bangunan menyerupai atap meru atau pagoda. Masih banyak lagi komentar para arsitek Indonesia yang mewartakan kejayaan Gedong Sate, misalnya Slamet Wirasonjaya dan Ir. Harnioto Konto

Video Viral Gedung Sate Digeruduk Air Tak Diundang, Kok Bisa Ya!

Gedung Sate masih kokoh dan utuh, tidak terlepas dari material dan teknik konstruksi yang digunakan. Dinding Gedong Sate terbuat dari serpihan batu besar (1 x 1 x 2 meter) yang diambil dari perbukitan batu di Bandung timur sekitar Arcamanik dan Gunung Manglayang. Dalam pembangunan Gedung Sate digunakan metode konvensional dan profesional yang memenuhi standar teknis.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Gedung Sate seluas 27.990,859 meter persegi, luas bangunan 10.877, 734 meter persegi yang meliputi basement 3.039, 264 meter persegi, lantai satu 4.062, 553 meter persegi, teras lantai satu 212, 976 meter persegi, adalah 79 persegi meter. Teras II seluas 212.976 meter persegi, tower 121 meter persegi dan tower teras 205, 169 meter persegi.

Gerber sendiri memadukan beberapa tren arsitektur dalam desainnya. Untuk jendelanya, Gerber memilih tema Spanyol Moor, sedangkan bangunannya bergaya Renaisans Italia. Khusus untuk menaranya, Gerber memasukkan aliran Asia, yaitu gaya atap pura atau pagoda Bali di Thailand. Di atas adalah “tusuk sate” dengan hiasan 6 tusuk sate (versi lain mengatakan jus jambu biji atau melati) senilai 6 juta gulden – jumlah yang digunakan untuk membangun Gedung Sate. Ornamen batu yang terletak di atas pintu utama Gedong Sate ini sering dikaitkan dengan Candi Borobudur karena bentuknya yang mirip.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Napak Tilas Lewat Wisata Gedung Bersejarah Di Bandung

Tampak depan (tampak depan) Gedong Sate sangat diperhitungkan. Mengikuti sumbu utara-selatan (yang juga berlaku untuk Gedong Pakwan yang menghadap Gunung Malabar di selatan), Gedong Sate sengaja dibangun berhadapan dengan Gunung Tangkoban Prahu di utara.

See also  Gedung Sate Gasibu

Dalam kunjungannya, awalnya ditugaskan ke Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum, bahkan setelah Batavia tidak lagi dianggap sebagai pusat pemerintahan yang sesuai karena perkembangannya, menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda, sehingga digunakan. Oleh Biro Pekerjaan Umum Pada tanggal 3 Desember 1945, terjadi peristiwa dimana tujuh pemuda yang sedang mempertahankan Sate Gadong dari serangan tentara Gurkha tewas. Untuk mengenang ketujuh pemuda tersebut, dibangun sebuah tugu batu yang ditempatkan di halaman belakang Gedong Sate. Atas perintah Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 3 Desember 1970, gedung tersebut dipindahkan ke halaman depan Gedung Sate.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Gedong Sate dikenal sebagai Kantor Gubernur sejak tahun 1980 sebagai pusat kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya menempati Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga, Bandung.

Sejarah Berdirinya Gedung Sate Di Kota Bandung

Kantor gubernur beserta kantor wakil gubernur, sekretaris daerah, para deputi dan kantornya terletak di lantai dua. Saat ini, ada tiga wakil gubernur yang membantu urusan pemerintahan, ekonomi dan pembangunan, serta departemen kesejahteraan rakyat, satu sekretaris daerah dan empat asisten, yaitu satu deputi administrasi, satu deputi administrasi pembangunan, dan sosial. Deputi Bidang Kesejahteraan dan Deputi Administrasi.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Namun tidak semua asisten menempati Gedung Sate. Seorang deputi sosial dan seorang deputi administrasi beserta staf menempati gedung baru tersebut.

Di bagian timur dan barat terdapat dua ruangan besar yang mengingatkan Anda pada sebuah ballroom yang sering dijumpai di gedung-gedung publik di Eropa. Ruangan ini lebih dikenal dengan nama Aula Barat dan Aula Timur yang sering digunakan untuk kegiatan resmi. Di sekitar dua balai ini terdapat ruangan-ruangan yang digunakan oleh sejumlah sentra bersama para pegawainya.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Pemandangan Udara Gedung Gubernur Gedung Sate Di Bandung Jawa Barat Jawa Indonesia Foto Stok

Di atas ada lantai yang disebut Menara Gedung Sate, lantai ini tidak terlihat dari bawah, gunakan lift atau naiki tangga kayu untuk menuju ke lantai atas.

Kesempurnaan Gedung Sate yang megah dilengkapi dengan bangunan baru yang sedikit bergaya arsitektur Gedung Sate, namun dengan gaya tekstual ciptaan arsitek Ir Sudibyo yang dibangun pada tahun 1977 untuk para pimpinan dan anggota DPR. Dewan wilayah dari barat. Provinsi Jawa dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai daerah legislatif.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Gedong Sate menjadi salah satu tujuan wisata kota Bandung. Apalagi bagi wisatawan mancanegara, banyak yang sengaja mengunjungi gedung ini karena memiliki keterkaitan emosional dan sejarah dengannya. Jika Anda menaiki tangga yang ada satu per satu menuju menara Gedung Sate, Anda dapat merasakan hubungan antara emosi dan sejarah ini secara lebih utuh. Ada 6 anak tangga yang harus dilintasi, 10 anak tangga untuk didaki setiap anak tangga.

Tempat Bersejarah Di Bandung Yang Cocok Untuk Study Tour

Keindahan Gedung Sate dilengkapi dengan taman yang asri di sekelilingnya, tak heran jika taman ini diminati oleh masyarakat Bandung maupun wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan taman ini sering dijadikan sebagai tempat aktivitas bernuansa kekeluargaan, tempat syuting video musik artis lokal dan nasional, tempat foto keluarga atau selfie, bahkan foto pasangan pengantin. .

See also  Gedung Rumentang Siang

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Apalagi di hari Minggu, lingkungan pelataran Gedong Sate menjadi pilihan sebagian besar orang untuk bersantai, sekedar duduk-duduk menikmati segarnya udara kota Bandung atau melakukan olahraga ringan.

Tidak berlebihan jika membandingkan Gedong Sate dengan gedung-gedung pusat pemerintahan (Capitol Buildings) di banyak ibu kota negara. Kemiripannya semuanya dibangun di tengah kompleks yang rimbun dengan menara pusat yang megah. Terutama dari segi letak gedung SAT dan landscape-nya yang agak mirip dengan White House di Washington DC, USA. Gedong Sate bisa dikatakan sebagai “gedung putih” kota Bandung, bangunan tua peninggalan kolonial Belanda yang terletak di Jalan Diponegoro Bandung ini kerap menarik perhatian orang yang lewat karena keunikannya. Bangunan yang memiliki ciri khas berupa hiasan tusuk sate di menara tengahnya ini telah menjadi salah satu simbol sejarah dan bangunan landmark kota Bandung sejak zaman dahulu yang dikenal di tingkat nasional. Gedung yang diberi nama Gedung Sate ini kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat dan sering menjadi tempat diselenggarakannya berbagai festival seni dan kegiatan lainnya.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Bandung Tempo Dulu: Sejarah Singkat Gedung Sate

Pengamat arsitektur sering menggunakan bangunan ini sebagai bahan untuk mempelajari arsitektur unik yang bentuknya dipengaruhi oleh arsitektur Eropa. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Bandung menyempatkan diri untuk mengunjungi Gedung Sate, sehingga gedung ini juga sering dianggap sebagai salah satu tujuan wisata utama di Bandung, khususnya bagi mereka yang tertarik dengan sejarah Gedung Sate. Namun karena gedung ini digunakan sebagai pusat pemerintahan di Jawa Barat, tidak memungkinkan untuk bebas mengunjungi seluruh bagiannya.

Ide pembuatan sejarah sate ini berawal dari penilaian Belanda bahwa Batavia sudah tidak layak lagi menjadi ibu kota akibat berbagai perkembangan yang terjadi di sana. Gedung Sate dibangun untuk menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda, karena penguasa mengira bahwa iklim Bandung sama dengan iklim Prancis selatan pada musim panas. Pekerjaan konstruksi diperkirakan akan mempekerjakan 2.000 pekerja, 150 di antaranya adalah tukang kayu.

Gedung Sate Sekarang Digunakan Untuk

Pullman gedung sate, hotel dekat gedung sate, kost dekat gedung sate, hotel sekitar gedung sate, hotel gedung sate bandung, penginapan dekat gedung sate, museum gedung sate, hotel belakang gedung sate, vio hotel gedung sate, hotel gedung sate, hotel depan gedung sate, wisata gedung sate