kebun,taman,rumah,desain
Beli Tema IniIndeks
Taman  

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon – 6°44′48″ N 105°20′1″ E  /  6,74667°S 105,33361° BT  / -6,74667; 105.33361 Koordinat: 6°44′48″LU 105°20′1″BT  /  6.74667°LS 105.33361°BT  / -6.74667; 105.33361

Taman Nasional Ujung Kulun terletak di bagian barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan taman nasional ini awalnya meliputi kawasan Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, dan Pulau Panaitan. Luas taman nasional ini kurang lebih 122.956 hektar. (443 kilometer persegi laut), terbentang dari ujung Semenanjung Kowloon hingga Samudera Hindia.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Ujung Kulun merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang dibuka pada tahun 1991 sebagai salah satu situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO, karena wilayahnya termasuk hutan lindung yang sangat luas. Hingga saat ini, kurang lebih 50 hingga 60 ekor badak hidup di habitat ini.

Adie Does :.: Berburu Badak Jawa Di Ujung Kulon

Pada awalnya Ujung Kulon merupakan kawasan pertanian selama bertahun-tahun hingga hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 yang akhirnya berubah menjadi hutan dan menewaskan seluruh penghuninya.

Taman Nasional Ujung Kulon

Tiket masuk ke taman nasional ini dapat diperoleh dari Kantor Taman Nasional di Labuan atau di Kantor Pos Tamanjaya. Fasilitas penginapan tersedia di Desa Tamanjaya, Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan dana dan bantuan teknis.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon, Ini 7 Pesona Wisatanya

Kawasan West End pertama kali dieksplorasi oleh seorang ahli botani Jerman bernama F. Junghuhn pada tahun 1846 untuk mengoleksi tumbuhan tropis. Saat itu, kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon telah diketahui oleh para peneliti. Perjalanan ke West End ini bahkan dimasukkan dalam jurnal ilmiah beberapa tahun kemudian. Hingga meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883, tidak banyak orang yang tahu tentang Ojong Kulun. Namun kemudian letusan Krakatau yang menimbulkan gelombang tsunami setinggi sekitar 15 meter, tidak hanya meluluhlantakkan pemukiman Ujung Kowloon, tetapi juga membunuh hewan liar. Ada tumbuh-tumbuhan. . Meski letusan Krakatau telah menghancurkan kawasan Kowloon End, beberapa tahun kemudian ditemukan ekosistem-vegetasi dan satwa liar di Kowloon End berkembang pesat.

Berdasarkan rekomendasi Balai Pelestarian Alam Hindia Belanda, Semenanjung Ojong Kulun dan Pulau Panaitan ditetapkan sebagai Cagar Alam oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui Peraturan Pemerintah Hindia Belanda. Nomor: 60 pada tanggal 16 November 1921.

See also  Taman Nasional Di Kalimantan Tengah

Taman Nasional Ujung Kulon

Besluit Van Der Gouverneur – Jenderal Van Nederlandch – Indie dengan Keputusan No: 17 tanggal 24 Juni 1937 yang menetapkan status kawasan cagar alam, kemudian mengubahnya menjadi suaka margasatwa dengan memasukkan Pulau Peucang dan Pulau Panaitan.

Kabar Baik, Populasi Badak Jawa Meningkat Di Taman Nasional Ujung Kulon

Sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian No: 48/Um/1958 tanggal 17 April 1958, kawasan Ujung Kulon diubah statusnya menjadi cagar alam dengan memasukkan wilayah laut selebar 500 meter dari pasang surut. .

Taman Nasional Ujung Kulon

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 16/Kpts/Um/3/1967 tanggal 16 Maret 1967, luas Gunung Honje Selatan seluas 10.000 hektar yang terhubung dengan Semenanjung Ujung Kowloon bagian timur. , didefinisikan sebagai wilayah. Cagar Alam Kowloon End

Menurut Surat Keputusan Menteri Pertanian No: 39/Kpts/Um/1979 tanggal 11 Januari 1979, kawasan Gunung Hunje Utara dengan luas 9.498 hektar termasuk dalam Cagar Alam Ujung Kulon.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon: Tak Sekedar Suaka Badak Jawa

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No: 284/Kpts-II/1992 tanggal 26 Februari 1992, Ujung Kulon ditetapkan sebagai Taman Nasional Ujung Kulon dengan luas 122.956 hektar, meliputi 78.619 hektar dan 44.337 hektar. air.

Penetapan dilakukan di Cagar Alam Gunung Hanjeh, berita acara penetapan dibuat pada tanggal 26 Maret 1980, dan disahkan oleh Menteri Pertanian pada tanggal 2 Februari 1982.

Taman Nasional Ujung Kulon

Pemugaran sempadan Taman Nasional Ujung Kulon di kawasan G. Honje dilakukan oleh Badan Perencanaan Kehutanan. Badan Planologi Kehutanan Taman Nasional Ujung Kulon bekerja sama dengan pemerintah Selandia Baru memasang 6 (enam) unit yang terdiri dari 1 (satu) unit rambu suar dan 5 (lima) unit pelampung sebagai pembatas perairan laut.

Dua Anak Badak Jawa Lahir Di Taman Nasional Ujung Kulon

Badan Perencanaan Kehutanan memasang lampu lalu lintas kuning di Tj. alang-alang dan titik acuan di Tj. Sudong, TJ. Layar, Tj. Keengganan, Tj. Parat dan TJ. Badan Perencanaan Kehutanan China melakukan pengukuran batas alami pesisir Semenanjung Ujung Kowloon. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 758/Kpts-II/1999 tanggal 23 September 1999, kawasan perairan Taman Nasional Ujung Kulon dengan luas 44.337 hektar ditetapkan sebagai perairan. kawasan cagar alam. .

Taman Nasional Ujung Kulon

Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) XI Jawa-Madura melakukan pemugaran sempadan Taman Nasional Ujung Kulun di kawasan Gunung Khunjeh.

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon diakui sebagai kawasan lindung berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan diakui sebagai kawasan penting di tingkat nasional dan internasional. level. Antara lain, dia bangga. :

Taman Nasional Ujung Kulon

Bercengkerama Dengan Taman Nasional Ujung Kulon

Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia dengan Surat Keputusan No.: SC/Eco/5867.2.409 tanggal 1 Februari 1992.

See also  Taman Safari Puncak Dan Kebun Raya Bogor Merupakan Usaha Pelestarian

Sebagai kawasan strategis nasional ditinjau dari kepentingan fungsional dan daya dukung lingkungan (dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Nasional).

Taman Nasional Ujung Kulon

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulun secara administratif terletak di Kecamatan Somor dan Kecamatan Simango, Kabupaten Pandeglang, Banten. Taman Nasional Ujung Kulon secara geografis berada di antara (

Wonderland Indonesia: Badak Jawa, Warisan Dunia Di Taman Nasional Ujung Kulon

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 284/Kpts-II/1992 tanggal 26 Februari 1992 tentang perubahan operasional Cagar Alam Gunung Honje, Cagar Alam Pulau Panaytan, Cagar Alam Pulau Peokang dan Cagar Alam Ojong Kulun yang luasnya di daerah. 78.619 hektar. Perairan laut di sekitarnya dengan luas 44.337 hektar yang terletak di Kabupaten Pandeglang Tingkat II Provinsi Jawa Barat Dati I menjadi taman nasional yang diberi nama Taman Nasional Ujung Kulon, sehingga kawasan tersebut menjadi Taman Nasional Ujung Kulon. 122956 hektar.

Taman Nasional Ujung Kulon

Ketiga ekosistem ini memiliki hubungan yang saling bergantung dan mewakili dinamika proses ekologi yang sangat kompleks di kawasan tersebut.

Dimulai dari formasi pes-caprae yang merupakan vegetasi pionir di pantai barat dan selatan. Di pasir dekat garis pasang tertinggi, Anda bisa menemukan Ipomoea pes-caprae (katang-katang), Spinifex littoreus (rumput kiara), Desmodium umbellatum (anemon laut) dan Sophora tomentosa (tarum laut). Di sepanjang pantai selatan di bukit pasir yang menghadap ke laut, terdapat Pandanus tectorius (Pandanus bou) yang membentuk tegakan murni dan Pandanus bou (Pandanus fer) meskipun relatif jarang.

Taman Nasional Ujung Kulon

Pulau Indah Di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Selain itu, di lapisan yang lebih dalam Anda bisa menemukan Lantana camara (cente), Hibiscus tiliaceus (hibiscus), Thespesia populnea (sea hibiscus), Tournefortia argentea (babakoan). Lebih jauh ke bawah Anda akan menemukan Drypetes sumatrana (taritih), stimulan Laportea (pulus). Di balik perbukitan yang datar dan basah, terdapat Arenga obtusifolia (lapkap), Corypha utan (gebang) dan jenis palem lainnya. Kadang-kadang rumpun Pandan tergantikan oleh formasi Barringtonia karena tanahnya lebih basah dan terlindung dari angin.

Formasi Barringtonia di pantai selatan dicirikan oleh keberadaan Barringtonia asiatica (butun), Cerbera manghas (bintaro), Terminalia catappa (ketapang), Syzygium spp. (kopo), Hernandia peltata (campis china), Calophyllum inophyllum (nyamalung), Buchanania arborescens (pohan) dan Pongamia pinnata (Malaperi). Formasi ini juga ditemukan di pantai utara, di pasir karang di jalur sempit yang memanjang dari pantai ke daratan hingga 5 sampai 15 meter. Di tempat-tempat terbuka tertentu di barat daya Anda dapat menemukan Pemphis acula (cantigi laut) dan Ardisia humilis (lampeni).

Taman Nasional Ujung Kulon

Jenis mangrove yang umum adalah: padi (Lumnitzera racemosa), api-api (Avicennia spp.), bakau (Rhizophora spp.), bogem (Sonneratia alba) dan pedada (Bruguiera spp.). Terkadang, di muara sungai Labshor terdapat buah nipah dan pakis laut (Acrostichum aureum). Hutan bakau yang luas ditemukan di jalur lebar di sisi utara selat, memanjang ke utara sepanjang pantai hingga sungai Cikalong dan Legon Letah di Pulau Panaitan. Di sebelah barat laut ujung Pulau Handeuleum dan dua pulau kecil di sebelah selatan dekat Pulau Handeuleum terdapat hutan rawa nipah yang tidak terlalu luas, begitu pula di muara Cijungkulon dan Cigenter di pantai utara Semenanjung Ujung Kulon. .

See also  Taman Safari Yang Berada Di Cisarua Bogor Jawa Timur Termasuk

Tn Ujung Kulon Tiket & Aktivitas Desember 2022

Hutan ini dicirikan oleh spesies Lembang (Typha angustifolia), Taki (Cyperus spp.), Wallingi (Cyperus pilosus) dan Lampeni (Ardisia humilis) yang terkadang membentuk tegakan murni. Pohon-pohon yang ditemukan di kawasan ini termasuk dalam famili Palmae, misalnya Salacca edulis dan Caryota mitis. Hutan ini umumnya berbatasan dengan hutan hujan dataran rendah. Hutan rawa musiman ini terdapat di bagian utara Semenanjung Kowloon Tip dekat sungai Tanjung Alang Alang, Nyor, Jameng dan Sihandoleum.

Taman Nasional Ujung Kulon

Jenis hutan hujan ini meliputi sebagian besar Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang dan Gunung Honje. Hutan hujan ini dicirikan oleh berbagai spesies palem, terutama Arenga obtusifolia (lapkap), yang banyak ditemukan pada tegakan asli di dataran rendah. Spesies palem lainnya adalah Oncosperma filamentosa (nibung), Arenga pinnata (palem), Caryota mitis (sayar), Areca catechu (jambe), Areca puma (bingbin), Corypha gebanga (gebang), Licuala spinosa (kaman), Calamus spp. . dan Daemonorops spp. (Khartum). Selain itu, terdapat spesies Lagerstroemia flos-reginae, Ficus spp. (kiara), Diospyros macrophylla (ki calung), Vitex pubescens (laban), Anthocephalus chinensis (hanja) dan Planchonia vala (putat).

Daerah yang relatif terbuka seperti dataran tinggi Telanca memiliki sedikit pohon besar tetapi penuh dengan semak belukar dan tumbuhan sekunder seperti Achasma spp. (tepus), Nicolaia spp. (honje), Donax cannaeformis (bangban), dan Lantana camara (cente) dicampur dengan berbagai jenis tikar dan terkadang Syzygium polyanthum (sallam) dan Leea spp. (Sulangkar) serta berbagai spesies liana seperti Cayratia geniculata (Areuy kibarela), Ziziphus tupula (Areuy jinjing), Uncaria sp. (areuy kolebahe) dan Embelia javanica (areuy kebeng).

Taman Nasional Ujung Kulon

Sejarah Taman Nasional Ujung Kulon: Lokasi, Ekosistem, Vegetasi, Keanekaragaman

Gunung Payung memiliki hutan primer yang subur dan sebagian besar dicirikan oleh vegetasi pegunungan, dengan pohon-pohon seperti Dillenia excelsa (ki phuk), Pentace polyantha (ki sigeung), Vitex pubescens (laban), dll.

Di padang rumput ini sering dijumpai berbagai jenis rumput antara lain Cyperus pilosus, Cyperus compactus, Panicum repens, Panicum colonum, Andropogon sp., Isachne meliacea, Imperata cylindrica (gulma) dan Melastoma polyanthum (harendong).

Taman Nasional Ujung Kulon

Flora

Peringati Hari Jadi Ke 26, Btn Ujung Kulon Release Hasil Monitoring Badak

Sejarah taman nasional ujung kulon, taman nasional ujung kulon foto, hotel di taman nasional ujung kulon, paket wisata taman nasional ujung kulon, tentang taman nasional ujung kulon, manfaat taman nasional ujung kulon, peta taman nasional ujung kulon, letak taman nasional ujung kulon, taman nasional ujung kulon melindungi hewan, taman nasional ujung kulon banten, tiket masuk taman nasional ujung kulon, pulau peucang taman nasional ujung kulon